Saturday, 23 January 2016

Logo SHELL, "Kulit Kerang (yang) Ajaib"



 
Di Indonesia terdapat nama-nama besar stasiun pengisian bahan bakar kendaraan bermotor. Mulai dari kebutuhan masyarakat kalangan ekonomi bawah (bersubsidi), penggunaan harian, angkutan umum, hingga kebutuhan performa dan kualitas semua dijual di berbagai daerah. Salah satu perusahaan swasta terbesar adalah Shell. Namun pada tulisan ini
penulis hanya membahas mengenai seluk beluk dibalik desain logo perusahaan besar ini.

Mengutip situs resmi dari Shell, selama 100 tahun nama perusahaan ini bergaung di dunia dikenal denagn lambang bergambar pecten (kerang laut) diwarnai merah-kuning. Simbol tersebut telah dipelajari demi menjaga kualitas produk dan pelayanan, serta merepresentasikan profesionalisme dan penilaian yang baik dimata dunia.
 
Kata “Shell” pertama kali muncul pada 1891 sebagai merek dagang tambang minyak milik “Marcus Samuel and Company” dikirim ke negara-negara timur. Padahal diawalnya hanya sebuah perusahaan kecil yang berkecimpung dalam penjualan barang antic dan kerang-kerang laut. Pada 1948 Samuel membangun “The Shell Transport and Trading Company”. Logo pertama pada 1900 adalah cangkang kerang remis, selanjutnya pada 1904 diubah menjadi gambar Pecten (kerang-kerangan untuk bermain bekel) untuk memberikan kesan lebih terpandang bagi sebuah perusahaan besar yang kuat.
 
Alasan kenapa harus bergambar pecten, sih? Perusahaan bernama Shell ini memiliki kapal tanker yang mengangkut minyak dengan nama-nama berbeda sesuai nama-name kerang laut. Pecten tersebut mungkin diambil dari tangan kanan rekan bisnisnya, Graham, yang mengimpor tambang minyak milik Samuel dan kemudian menjadi direktur dari “The Shell Transport and Trading Company”. Kemudian saat perjalanan ke Spanyol mengadopsi desain kerang milik St.James.
Namun seiring berjalannya waktu, lambang berganti secara berangsur-angsur hingga akhirnya menggunakan desain kerang milik Raymond Loewy. Sebenarnya ada desain yang lebih baru lagi pada 1995 yang memberikan kecerahan pada warna merah di lambang Shell dan 1999 yang menghapus tulisan Shell demi kesederhanaan logo. Uniknya, setelah logo milik Raymond Loewy digunakan kembali hingga sekarang. Yang membuat desain milik Raymond unik bukan hanya kerang dan kuning-merahnya, namun gambar garis-garisnya yang seolah membentuk gambar matahari terbit seolah menunjukkanbahwa mereka adalah perusahan besar yang siap membuat masa depan dunia menjadi cerah dengan sumberdaya yang mereka olah.
 
Kenapa harus warna merah-kuning? Awalnya pada 1915 perusahaan Shell di California membangun sebuah pusat pelayanan untuk menonjolkan diri dalam persaingan pasar. Akhirnya mereka menggunakan warna cerah saja yang tidak akan menyinggung masyarakat local disana. Ya, karena orang California berbudaya Spanyol banget, jadilah diwarnai sesuai bendera Spanyol (merah-kuning). Puluhan tahun kemudian pada 1995 diperkenalkanlah warna Shell Merah dan Shell Kuning untuk mendominasi kekuatan visualisasi di pasaran sehingga logo Pecten pada Shell menjadi salah satu simbol terbaik di abad ke-21.
 
Yang bisa ditangkap adalah, gambar kerang pecten pada Shell tidak terlalu menekankan filosofi yang berat, namun hanya menunjukkan bahwa mereka memulai usaha dari penjualan kerang laut antic, namun bergeser menjadi sebuah lapisan kekuatan yang mampu menyinari masa depan peradaban. Dan warna merah-kuning tersebut berawal dari pembauran budaya, namun kemudian menjadi identitas yang menonjol dan mencolok dimata dunia.



sumber:

0 comments: