Tuesday, 26 January 2016

(Flat VS Realistic) Design



 
Sebagian orang menyukai desain yang sederhana, sebagian orang menyukai desain yang sangat mendekati nyata. Itulah dua tipe manusia pengguna umum yang biasanya menikmati
hasil desain dari pencipta desain itu sendiri. Katakan saja game Flapppy Bird, pasti anda hanya disuguhkan gambar 2 dimensi sederhana, dengan piksel pecah, dan hanya sebuah karakter serta sebuah tombol untuk bermain. Beda halnya dengan desain yang realistis.
Jika anda melihat game sepak bola dan balap mobil di komputer, makin kesini makin nyata saja desain yang dibuat. Jaman dahulu orang cenderung menyukai gambar yang kartunistik, namun hari ini manusia sebagian menyukai hal yang berupa kenyataan
Disiniliah muncul perbedaan desain yang sederhana (flat design) dengan desain yang realistis (realistic design). Flat design merupakan bentuk kesederhanaan dari sebuah tampilan maupun kegunaan berdasarkan hal yang prioritas saja tanpa menambahkan tambahan-tambahan yang tidak perlu dan tidak dibutuhkan.
Biasanya flat desain digunakan hanya untuk hal-hal berkebutuhan primer, ataupun untuk hal yang digunakan dalam keadaan santai. Misalnya, tampilan blog ini dalam versi mobile hanya berlatar putih dengan tulisan hitam. Penulis mendesain blog versi mobile demi menyesuaikan kebutuhan pembaca yang menggunakan mobile kebanyakan dalam keadaan senggang, tidak mengerjakan yang sibuk, bahkan banyak yang membaca artikel menjelang tidur. Otomats penulis blog menyesuaikan kebutuhan mata agar nyaman dan ergonomis.
Berbeda halnya dengan realistic design. Jenis ini cenderung menamplkan segi kenyataan dari sebuah desain, bahkan menambahkan tambahan yang cukup banyak dalam sebuah layout. Contohnya blog penulis dalam versi desktop. Penulis mendesain warna hitam dan oranye untuk menunjukkan suasana yang tegas namun hangat. Dengan jumlah artikel yang benyak tiap halaman, portal link kampus, banner bergambar penulis, hingga fasilitas read more yang disediakan. Bahkan penulis merancang latar berwarna hitam bertulisan warna putih. Hal ini agar pembaca nyaman melihat layar di ruangan gelap dengan melihat banyak menu yang tersedia pada blog.
Contoh lainnya adalah tombol pada tombol handphone. Ada saatnya desain tombol adalah numerik, ada kalanya dengan keyboard, bahkan kini tidak ada tombol sama sekali. Disanalah flat design dan realistic design dibutuhkan berdasarkan daya gunanya. Apabila kegunaan tidak terlalu banyak namun bersifat primer, maka ditampilkan tombolnya. Sedangkan jika kebutuhan tombolnya banyak namun sekunder, maka tidak perlu ditampilkan.
Kelebihan flat design adalah user tidak terlalu sibuk melihat tampilan, namun kekurangan bahan kebutuhan. Lain halnya dengan realistic design, tersedia banyak kebutuhan namun sulit untuk dilihat. You got it? Itulah bedanya flat design dengan realistic design. Bedakan dari komposisi warna, kebutuhan daya guna, hingga penentuan drajat prioritas dari suatu hal.

gizmodo.com/what-is-flat-design-508963228
whatis.techtarget.com/definition/flat-design


0 comments: