Friday, 22 January 2016

Desain Interaksi Komputer dengan Manusia


Dalam sebuah program komputer baik itu aplikasi sederhana maupun game yang sangat canggih, pasti diperlukan penghubung antara komputer dengan user (pengguna). Penghubung tersebut biasanya berupa interaksi untuk membuat user mudah memahami penggunaan serta maksud dan tujuan dari perangkat lunak tersebut. Karena komputer hanya sebuah mesin dengan kemampuan berhitung, maka diperlukan sebuah
desain interaksi antara kedua entitas tersebut. Beberapa hal yang mempengaruhi desain interaksi adalah simulasi desain, lingkungan interaktif, desain suara, hingga controls (aturan-aturan) yang membatasi ketentuan desain.

Dalam hal yang paling mendasar dalam mendesain interaksi program, sangat dibutuhkan sebuah Interface Design (tampilan antar muka) berupa tampilan visual sederhana. Dalam desain interface, terdapat sebuah desain aplikasi yang menentukan seperti apa program bekerja dari mulai kebutuhan user hingga proses dan output yang dituju beserta cara kerjanya. Biasanya programmer yang berperan disini karena penggunaan kode bahasa pemrograman yang digunakan.

Terdapat pula media instalasi-instalsi yang digunakan untuk membangun serta pengelolaan program tersebut. Biasanya mendia instalasi ini diterapkan dalam lingkungan interaktif yang selanjutnya digunakan dalam simulasi interface. Pembuatan interface juga membuthkan yang namanya desain penciptaan. Desain penciptaan adalah sebuah susunan atau langkah langkah yang akan ditempuh dalam tahapan pembuatan hingga pengembangan program. Mulai dari perancangan system yang digunakan, data flow diagram, penyusunan kode pemrograman, hingga pengelolaan tingkat lanjut. Hal yang tidak boleh ditinggalkan untuk memenuhi kebutuhan user adalah desain navigasi untuk mempermudah tata letak interface untuk dikembangkan programmer maupun digunakan oleh user yang tidak memahami dunia komputer sekalipun.

Simulasi desain digunakan saat menentukan tampilan hingga alur dari program untuk disajikan pada user. Dimulai dari latar belakang, tata letak tombol, timbal balik yang didapat dari interaksi, hingga tindak lanjut dari interaksi terhadap user. Lingkungan interaktif dibutuhkan untuk menyediakan unsur-unsur yang dibutuhkan untuk memfasilitasi ruang interface. Dimulai dari sistem operasi, framework, hingga bahasa pemrograman sekalipun. Desain suara merupakan hal yang opsional dalam interface, namun dibutuhkan jika pengembangan sudah mencapai tahap nilai sekunder berupa estetika maupun realitas. Sedangkan aturan-aturan sendiri dibutuhkan untuk membatasi agar interface tidak menyimpang dari kebutuhan primer (tujuan utama) dari program tersebut.

Dewasa ini, terdapat sebuah komputasi yang sedang dikembangkan bernama Ubiquitous Computing yang menerapkan konsep penanaman mikroprosesor pada setiap perangkat sehari-hari, bukan komputer saja. Hal ini dimaksudkan agar setiap perangkat genggam maupun yang lebih kecil pun dapat berinteraksi dan bertukar informasi, sehingga user dapat mengakses setiap informasi dimanapun user berada.

Dan hal yang paling penting dalam desain interaksi adalah sebuah teknik usability (pendayagunaan). Teknik usability ini membahas dan menerapkan sebuah pembangunan software apakah software tersebut sudah user-friendly ataukah belum. Usability adalah segala hal tentang bagaimana user berkomunikasi dengan teknologi. Hal ini membutuhkan komposisi ilmu antara ilmu komputer, teknik desain, hingga psikologi. Karena usability sangan dibutuhkan untuk mengambil kebiasaan, emosi, hingga kebutuhan tersier sekalipun dari user. Jika user yang awam mampu mengoperasikan software tersebut, maka software tersebut dinyatakan berhasil berkomunikasi dengan baik.

sumber:


0 comments: