Friday, 18 December 2015

PENGEMBANGAN MESIN 2 TAK INJEKSI HONDA

            Kabar dari dunia otomotif yang berkembang akhir-akhir ini adalah diberhentikannya produk legenda roda dua, Ninja 150 RR yang tercatat mampu mengeluarkan daya sebesar 30.1 PS / 10500 rpm. Motor sport bermesin 2 tak ini berhenti diproduksi pada tanggal 31 Juli 2015 karena tidak mampu memenuhi tuntutan regulasi pemerintah yang mewajibkan setiap kendaraan produksi masa kini harus lolos uji emisi Euro 3. Karena mesin 2 tak tersebut memang terkenal dengan asap dan suara bisingnya, maka sudah tidak relevan lagi jika masih diproduksi.
            Karenanya lah akhirnya terdapat sebuah ide dimana mesin 2 tak akan mengaplikasikan system injeksi demi mengurangi emisi dan lolos regulasi Euro 3. Namun bagaimanakah mesin 2 tak mengaplikasikan sistem injeksi? Makin ramah lingkungan kah? Tanpa asap kah? Masih bersuara bising kah? Masih berkenalpot tendangan balik kah? Jauh lebih irit kah?

            Yang menjadi perhatian adalah pengembang mesin 2 tak injeksi ini justru dari Honda, perusahaan otomotif yang pertama kali meninggalkan 2 tak ke mesin 4 tak. Honda yang meniadakan, Honda pula yang membangkitkan. Produk Honda bermesin 2 tak yang paling terkenal adalah seri NSR yang terbilang cukup merajai di jalanan maupun sirkuit balap. Bukan tidak mungkin proyek 2 tak injeksi ini merupakan bagian dari proyek All New NSR Reborn.
            Yang mencirikan mesin ini 2 tak adalah letak pengkabut bahan bakar yang berada di bawah. Berdasarkan sketsa, sistem injeksi tersebut dipasang dibelakang silinder. Bahan bakar disemburkan injector pada saat piston berada di puncak. Kesederhanaan mesin 2 tak dibanding 4 tak membuatnya berpotensi untuk lebih dingin (lebih tahan panas) yang berimbas pada tingginya performa yang dihasilkan.
Pada mesin 2 tak desain Honda, port exhaust tidak terbuka karena turun naiknya gerakan piston, melainkan menggunakan klep yang proses timing buka tutupnya diatur sistem. Karena valve nya terletak di atas head maka model mesin ini dinamakan mesin OHV untuk mesin 2 tak. Honda juga mendesain injector langsung ( direct Injector ) ( No 71,72 dan 74) menghadap ke atas dengan sudut dihitung sedemikian rupa agar timing pengapiannya menjadi sedikit.

Gambar kurva hitam arsir dan hitam pekat bertuliskan “Fuel Injection Enable Range” dengan ujung bertanda panah dikeduanya. Disana ada 4 kurva dan semua kurva sikulus timing fuel injection tersebut tidak ada yang bersinggungan/ beririsan dengan kurva port exhaust/ valve ex membuka dan port intake (scavenging) terbuka. Artinya timing saat injektor menyemprotkan BBM dilakukan tidak berbarengan dengan saat port exhaust/ valve ex dan port intake berbuka bersamaan. Ini meminimalisasi keluarnya campuran udara-bbm yang ikutan keluar saat terjadi siklus piston berputar dari TMB ke TMA dan membuat emisi menjadi ramah lingkungan.

Mesin 2 tak injeksi ini bukan hanya dikembangkan, tapi juga telah dipatenkan yang artinya telah mencapai tahap penyempurnaan prototype dan pengujian. Namun belum diketahui kapan akan diproduksi. Walaupun telah memakai sistem injeksi, mesin 2 tak injeksi diprediksi belum bisa melampaui tingkat keramahan emisi mesin 4 tak injeksi. Ada kemungkinan diaplikasikan pada generasi reborn dari seri NSR

 sumber:

0 comments: