Wednesday, 11 June 2014
MENJADI INDONESIA


"Aku Indonesia !!". Begitulah seorang selebritis dengan obsesi menjadi presiden (gagal) selalu berkicau di media sosial. Padahal apakah dia itu punya jiwa nasionalis, atau minimal memiliki kesadaran bernegara yang baik? Mari kita baca tulisan ini dengan seksama.

Disini saya mengusung judul "Menjadi Indonesia". Kenapa "menjadi"?, mungkin disini saya tidak akan berbicara banyak mengenai bagaimana Indonesia seharusnya, atau  tindakan apa saja yang harus memperbaiki negara. Karena saya bukan tukang servis negara. Saya hanya akan memaparkan kepada para pembaca tentang apa yang harus kita butuhkan untuk mengenali Indonesia, serta "mensyukuri" apa saja hal positif di negara ini.

Baik, dalam kata "menjadi" berarti harus ada proses. Dan Menjadi Indonesia berarti Proses Menjadi Warga Indonesia Yang Seharusnya. Berikut adalah opini pribadi saya dalam menjadi Indonesia:

1. Indonesia Harus Cerdas
Kita tidak perlu pintar, tapi kita harus cerdas. Pintar hanya tolak ukur akademis dengan patokan nilai kuantitatif, sedangkan cerdas adalah sebuah optimalisasi kemampuan berdasarkan proporsi dengan nilai kualitatif. Tapi pada dasarnya orang Indonesia sudah cerdas, terbukti banyaknya kecurangan dalam menaikkan anggaran pemerintah, fleksibilitas dalam melanggar lalu lintas, dan sebagainya.
2. Indonesia Harus Berani
Berani adalah sebuah sifat yang optimis dan siap menghadapi tantangan global. Berani disini bukan berarti makna offensif, radikal, maupun anarkis. Apalagi jika "berani" diawali dengan kata "adegan", mungkin seketika otak kita menjadi kotor. haha
3. Indonesia Harus Percaya
Kebanyakan produk Indonesia justru malah dilecehkan masyarakatnya sendiri. Contohnya saat PT Dirgantara Indonesia memproduksi pesawat domestik, malah dicaci maki, dan akhirnya ditutup. Ya, walaupun tidak ditutup kemungkinan ada konspirasi politik dalam hal EMBARGO EKONOMI dari Amerika. Tapi jika kita pikirkan lagi, justru produk Indonesia lebih baik kualitasnya daripada produk buatan Cina Tiongkok. Misal, ada mobil buatan Tiongkok menabrak sepeda buatan Jerman, mungkin mobil Tiongkok itu akan terbelah (..becanda...).
4. Bersih, Peduli, Tegas
Jangan anggap saya sebagai simpatisan partai dengan semboyan diatas. Tapi kata-kata ini ada benarnya juga. Ya, tidak usah ada penjelasan lagi lah.
5. Indonesia Harus Berevolusi
Perkembangan IPTEK kita selalu tertinggal 5-10 tahun dari negara maju. Untuk itulah kita harus memacu percepatan (kalau di fisika, percepatan = jarak / waktu) teknologi dihampir banyak bidang, entah itu sains, kesehatan, ekonomi, maupun industri.

Pada dasarnya, apapun sisi negatif dari bangsa ini, minumnya teh botol sastra kita harus bangga dan mencintai negeri ini (walaupun tidak punya pacar *sama sekali*). Karena bagaimanapun, disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda. Tempat menimba ilmu dan menimba air sumur pakai ember. Bahkan saking indahnya negeri ini, akan jauh terasa lebih indah daripada kenangan bersama mantan.

Sekian dan terimakasih

0 comments: